Gejala ,Mengobati, Faktor Resiko Dan Pengertian Hipertensi

Pasti diantara kita sudah ada yang pernah mendengar seseorang mengidap darah tinggi dan tentunya penyakit tersebut tidak dapat kita sepelekan karena dapat sangat menggangu kesehatan kita baik lah untuk lebih jelas apa itu hipertensi .

Apa itu Hipertensi ?


Pengertian dari Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah kita yang tinggi. Kondisi ini biasanya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan terkadang kematian.
Sementara pengertian untuk tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah kita terhadap dinding arteri tubuh, yaitu pembuluh darah utama dalam tubuh kita. Tekanan ini tergantung pada resistensi pembuluh darah dan seberapa keras jantung kita dalam bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung kita dan semakin sempit arteri, maka semakin tinggi tekanan darah kita.
Untuk hipertensi ini dapat diketahui dengan cara kita rajin memeriksakan tekanan darah. Untuk orang dewasa minimal memeriksakan darahnya pada setiap lima tahun sekali.
Hasil dari tekanan darah ditulis dalam dua angka. Angka pertama adalah (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung kita dalam keadaan kontraksi atau berdetak. Angka kedua adalah (diastolik) mewakili tekanan di dalam pembuluh darah kita ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.
kita bisa dikatakan mengalami hipertensi apabila ketika kita diukur pada 2 hari yang berbeda pada pembacaan tekanan darah sistolik ke 2 hari  tersebut adalah lebih besar dari 140 mmHg dan atau pada pembacaan tekanan darah diastolik  ke 2 hari adalah lebih besar dari 90 mmHg.

Faktor Resiko pada Hipertensi


Seiring dengan bertambahnya usia, kemungkinan kita mengidap hipertensi akan meningkat. Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang dapat memengaruhi peningkatan risiko pada hipertensi:

  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Suka mengonsumsi banyak garam.
  • Memiliki kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan hipertensi.
  • Kurangnya memakan buah dan sayuran.
  • Sangat Jarang berolahraga.
  • Meminum terlalu banyak kopi atau minuman lain yang mengandung kafein.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras.

Resiko pada penyakit hipertensi ini dapat dicegah dengan selalu mengkonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang baik dan mengubah gaya hidup kita menjadi lebih sehat. 

Baca juga : Makanan Patangan Hipertensi

Penyebab terjadinya Hipertensi


Ada 2 jenis tekanan darah tinggi pada tubuh kita, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder dan berikut penyebab masing-masing kedua jenis hipertensi tersebut:

  1. Hipertensi Primer


Hipertensi Primer adalah tejadi Pada kebanyakan orang dewasa penyebab tekanan darah tinggi ini adalah seringkali tidak diketahui. Hipertensi primer ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

  2. Hipertensi Sekunder


Hipertensi Sekunder adalah terjadi Pada beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena memiliki kondisi kesehatan yang sangat mendasarinya. Hipertensi sekunder cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada hipertensi primer.
Berbagai adalah kondisi dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:
        • Masalah ginjal.
        • Masalah pada tiroid
        • Obstruktif slep apnea atau OSA
       • Tumor pada kelenjar adrenal.
       • Cacat bawaan di pembuluh darah kita.
       • Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
       • Obat-obatan terlatang, seperti kokain dan amfetamin. 

Diagnosis Pada Hipertensi


Untuk mengukur tekanan darah kita, dokter atau tenaga ahli biasanya akan memakaikan manset lengan tiup di sekitar lengan kita untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 
Hasil dari pengukuran tekanan darah dibagi menjadi 4 kategori umum:

  • Tekanan darah bisa dikatakan normal apabila di bawah 120/80 mmHg. 


• Tekanan darah tinggi, apabila tekanan sistolik berada di kisaran 120-129 mmHg dan tekanan diastolik berada di bawah 80 mmHg.  


• Hipertensi stadium 1, apabila tekanan sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg dan tekanan diastolik berkisar antara 80-89 mmHg.


• Hipertensi stadium 2. Ini adalah dimana kondisi hipertensi yang lebih parah. Hipertensi tahap 2 terjadi ketika tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi.


Gejala Pada Hipertensi


Jika seseorang yang telah mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul. Gejala yang muncul akibat hipertensi, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada bagian dada.
  • Lemas.
  • Aritmia.
  • Terjadinya Masalah dalam penglihatan.
  • Sesak napas.
  • Adanya darah di dalam urine.

Pengobatan untuk Hipertensi


Pada sebagian pengidap hipertensi, konsumsi obat harus dilakukan seumur hidup untuk dapat mengatur tekanan darah. Namun, jika tekanan darah pengidap sudah dapat terkendali melalui perubahan gaya hidup ,penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat saja dihentikan. Dosis yang sudah ditentukan merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan karena takarannya disesuaikan dengan tingkat tekanan darah kita Selain itu obat yang diberikan kepada sang pengidap juga harus diperhatikan apa sajakah dampak dan efek samping yang timbul pada kemudian hari
Obat-obatan yang pada umumnya diberikan kepada para pengidap hipertensi adalah antara lain:

  • Obat untuk membuang kelebihan garam dan cairan di tubuh melalui urine kita. Pada penyakit Hipertensi membuat pengidapnya rentan sekali terhadap kadar garam yang tinggi dalam tubuhnya untuk itu penggunaan obat ini dibutuhkan sebagai bagian dari pengobatan . 
  • Obat untuk melebarkan pembuluh darah kita, sehingga tekanan darah kita dapat turun. penyakit  Hipertensi membuat pengidapnya rentan dalam mengalami sumbatan pada pembuluh darahnya. 
  • Obat yang berfungsi untuk memperlambat detak jantung dan melebarkan pembuluh. Tujuan penggunaan obat ini adalah untuk menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi. 
  • Obat penurun tekanan darah yang berfungsi untuk membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks. 
  • Obat penghambat renin yang memiliki fungsi utama obat untuk menghambat kerja enzim yang berfungsi untuk menaikan tekanan darah yang dihasilkan oleh ginjal. Jika renin bekerja berlebihan maka tekanan darah akan naik tidak terkendali. 
Selain dengan mengkonsumsi obat-obatan, pengobatan untuk penyakit hipertensi juga bisa kita lakukan melalui terapi relaksasi misalnya terapi meditasi seperti terapi yoga Terapi yoga  ini bertujuan untuk mengendalikan stres kita dan memberikan dampak relaksasi bagi pengidap penyakit hipertensi. Pengobatan terhadap pengidap penyakit hipertensi juga tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup sehat. Menjalani pola makan dan hidup sehat, serta menghindari mengkonsumsi kafein dan garam yang berlebihan juga harus kita lakukan.

Cara Untuk Mencegahan Hipertensi


Terdapat berbagai langkah dalam pencegahan yang bisa kita lakukan terhadap penyakit hipertensi adalah antara lain:

  • Selalu mengkonsumsi makanan sehat.
  • Berhenti kebiasaan merokok
  • Selalu mengurangi konsumsi garam dan jangan sampai berlebihan.
  • Selalu olahraga secara teratur.
  • Selalu mengurangi konsumsi kafein yang berlebihan seperti teh dan kopi.
  • Berusaha Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
  • Selalu Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Menghindari konsumsi minuman bersoda.


Belum ada Komentar untuk "Gejala ,Mengobati, Faktor Resiko Dan Pengertian Hipertensi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel